JSS Pacu Perbaikan Infrastruktur

10 Januari 2013

MEGAPROYEK jembatan Selat Sunda (JSS) diharapkan bakal mendukung program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) melalui penguatan konektivitas koridor I (Sumatera) dan 2 (Jawa).

Namun, proses pembangunan JSS masih harus menunggu studi kelayakan selesai agar megaproyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana.
"Pembahasan studi kelayakan dibicarakan beberapa hal termasuk basic design seperti apa," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Achmad Hermanto Dardak di sela-sela acara seminar JSS di Kampus UI Depok, Rabu (9-5).

Wakil Menteri berharap pelaksanaan pembangunan JSS akan dimulai 2014.
Pihaknya tetap mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang tertera dalam kerangka acuan kerja. Memang, megaproyek yang diperkirakan bakal menghabiskan dana Rp100 triliun tersebut mendapat atensi besar dari pemerintah setempat maupun Pemerintah Pusat.

Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah pembangunan tersebut menjadi paling prioritas dibanding memperbaiki infrastruktur jalan di Lampung yang sudah banyak rusak parah dan memprihatinkan?

Seharusnya, pembangunan dan perbaikan insfrastruktur tersebut berjalan pararel sehingga semuanya menjadi prioritas, tidak ada yang dinomorduakan. Pasalnya, banyak infrastruktur jalan di Lampung yang kondisinya sangat memprihatinkan dan perlu mendapat atensi besar untuk segera diperbaiki. Salah satu contoh, pelebaran Jalan Soekarno-Hatta dari Panjang—Rajabasa yang hingga saat ini tidak kunjung dikerjakan.

Ini problem serius dan Pemerintah Provinsi wajib mendorong agar proyek pelebaran tersebut segera dilaksanakan karena selama ini sudah sangat menyusahkan masyarakat pengguna jalan lintas Sumatera (Jalinsum). Lalu, jalan lintas pantai timur (Jalinpantim) antara Bakauheni—Tulangbawang yang tidak kunjung selesai dari masalah. Bahkan, kondisi jalan tersebut sekarang juga sangat memprihatinkan dan tidak ada tidak ada tanda-tanda akan diperbaiki. Padahal, jalan ini cukup vital bagi lalu lintas jalan lintas Sumatera.

Belum lagi jalan antarkabupaten yang kondisinya juga banyak yang rusak parah dan memprihatinkan, seperti Jalan Bandar Lampung ke Metro melalui Jatiagung yang kondisinya rusak parah. Jalan di wilayah tersebut sudah seperti kubangan kerbau sehingga tidak bisa dilalui kendaraan-kendaraan kecil. Selain itu, masih banyak jalan-jalan provinsi dan jalan kabupaten yang kondisinya sangat memprihatinkan dan sangat mendesak untuk diperbaiki.

Dengan demikian, seharusnya rencana pembangunan JSS dapat dijadikan pemacu untuk memperbaiki infrastruktur yang ada dan memprihatinkan, karena kemegahan proyek JSS harus didukung oleh infrastruktur, khususnya jalan yang baik. Dengan demikian, program MP3EI melalui penguatan konektivitas koridor I (Sumatera) dan 2 (Jawa) dapat terealisasi. (n)


source :
http://www.lampungpost.com/tajuk/35019-jss-pacu-perbaikan-infrastruktur.html

add comment :

Message