Kawasan Strategis Butuh Integrasi

09 Januari 2013

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sebagai kawasan strategis, Lampung harus bisa menjadi kota industri yang terintegrasi dengan kehadiran jembatan Selat Sunda (JSS).

Hal ini terkait dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden
(Perpres) 86/2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis Selat Sunda.
Kawasan strategis ini bukan hanya JSS sepanjang 29 km dengan lebar 60 m, melainkan juga utility pendukungnya seperti jalan tol, pipa gas, serta pengembangan kawasan ekonomi di kaki JSS baik di Lampung maupun di Banten, ujar Deputi V Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Lucky Eko Wuryanto.


Nilai investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan kawasan ini dalam kurun waktu 2012—2015 mencapai Rp150 triliun.

"Dengan adanya kawasan ini, diharapkan Lampung ke depannya bisa menjadi kota industri yang terintegrasi dengan pembangunan JSS yang disertai dengan peningkatan kapasitas jaringan listrik dan pasokan air," ujarnya dalam Seminar Nasional Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Sumatera-Jawa yang digelar Universitas Lampung bersama Lampung Post di Hotel Novotel, Kamis (4-5).

Untuk pengembangan jalan tol, menurut Lucky, sudah diseriusi pemerintah dengan penandatanganan nota kesepahaman pembangunan jalan tol antara gubernur se-Sumatera dengan PT Jasamarga selaku pengelola jalan tol.

Pembangunan high grade highway sepanjang 2.014 km ini, ujar dia, bisa menjadi prasyarat untuk mengintegrasikan seluruh potensi ekonomi Sumatera, serta meningkatkan aksesibilitas tidak hanya dalam kawasan ekonomi Sumatera, tetapi juga harus menjadi jalur utama yang menghubungkan Sumatera dengan pusat-pusat ekonomi di wilayah barat Sumatera.

Pembangunan jalan tol, menurut Lucky, harus terintegrasi dengan pengembangan jaringan pelabuhan, baik pelabuhan internasional maupun pelabuhan domestik, untuk distribusi angkutan antarpulau.

"Untuk mendukung ini, pemerintah sudah berupaya mendapatkan loan dari China. Untuk tahap awal, akan dilakukan studi kelayakan pembangunan jalan tol Bakaheuni sampai Palembang sepanjang 380 km dan Pekanbaru sampai Tebing Tinggi 488 km," ujarnya. (LIN/S-2)

source : http://lampungpost.com/component/content/article/34168.html

add comment :

Message