Menteri PU Tak Ingin Nasib Jembatan Selat Sunda Digantung

17 November 2013

Jakarta--Nasib pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) masih belum jelas. Hingga saat ini, pemerintah belum bisa memastikan bagaimana kelanjutan proyek yang akan menjadi salah satu jembatan terpanjang di dunia ini.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengungkapkan proyek ini statusnya masih menggantung. "Saya salah satu yang tidak setuju jika proyek ini digantung dan saya bukan termasuk yang menggantungkan ini," ujar Djoko saat ditemui dalam acara bedah buku "Konstruksi Indonesia", Jakarta, Rabu (13-11).

Manfaat proyek ini, ia melanjutkan, amat baik untuk pertumbuhan ekonomi, terutama Pulau Sumatera, yang perekonomiannya selama ini berkembang cukup pesat. Keberadaan Jembatan Selat Sunda diharapkan merangsang pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera.

"Intinya saya dan Pak Hatta itu sudah sepakat bahwa proyek ini harus dibangun. Kalau saya menunggu diundang saja untuk membicarakan ini," kata Djoko.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah masih membahas masalah kelayakan proyek investasi yang nilainya diperkirakan mencapai hingga Rp100 triliun itu.

Intinya, Hatta mengungkapkan, tahap pemasangan tiang pancang (groundbreaking) yang semula direncanakan bisa dimulai pada 2014, ternyata tidak bisa terlaksana, karena menunggu studi kelayakan selesai.

"Sekarang target groundbreaking kan sudah meleset, tapi kami tetap selesaikan feasibility study pada 2014," kata Hatta.

Mengenai skema pembiayaannya, menurut Hatta, sebaiknya memilih opsi yang dapat melibatkan peran swasta dan BUMN dalam konsorsium proyek.
Sebelumnya diberitakan bahwa rencana pemerintah membangun jembatan terpanjang di Indonesia, yang melewati Selat Sunda, tampaknya bakal mengalami tantangan berat.

Hasil riset terbaru yang dilakukan peneliti Indonesia dan Australia menyatakan kawasan selatan Selat Sunda berpotensi memiliki kekuatan gempa hingga 9 skala Richter, yang masuk kategori gempa megathrust.

Pemerintah telah mengikutsertakan perusahaan BUMN dalam konsorsium Graha Banten Lampung Sejahtera yang akan menggarap studi kelayakan proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda.

Graha Banten Lampung Sejahtera selaku pemrakarsa proyek pembangunan Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS), di mana Jembatan Selat Sunda termasuk di dalamnya, telah menyetujui rencana kerja sama dengan sejumlah BUMN. (vvn-PR)

Sumber: http://perwakilan.lampungprov.go.id/index.php?m=berita&s=berita&id=30 

add comment :

Message