Provinsi Lampung Kembangkan Kawasan Industri Maritim

20 Januari 2014

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Pilar pengembangan potensi ekonomi di Lampung dalam kaitan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Pemerintah Provinsi Lampung mengembangkan proyek investasi berupa kawasan industri maritim, kata Kepala Bappeda Lampung Tonny OL Tobing.
  
Menurut Tony diwakili Sekretaris Bappeda Lampung Zainal Abidin pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) MP3EI Koridor Ekonomi Sumatera sebagai Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional di Bandarlampung, Senin (20/1), sejumlah proyek strategis akan dibangun di Lampung termasuk kawasan industri maritim tersebut.

Kawasan Industri Maritim di Lampung itu merupakan investasi PT Pertamina, dikembangkan oleh PT Repindo Jagad Raya dengan investasi Rp4 triliun pada lahan seluas 5.000 ha di Kabupaten Tanggamus.

"Pembangunan saat ini dalam tahapan land clearing dan sudah ada beberapa investor yang siap menanamkan modalnya," ujar Zainal pula.

Lampung juga siap mengembangkan industri minyak kasar (minyak makan) dari nabati d Kabupaten Tulangbawang dan Lampung Selatan oleh PT Sumber Indah Perkasa dengan investasi Rp1,05 triliun.

Begitupula pengembangan kawasan strategis infrastruktur Selat Sunda (KSIS) yang saat ini sedang dilakukan penyusunan masterplan pengembangan kawasan oleh Kementerian PU, kata dia lagi.

Lampung juga siap mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Ulu Belu 3 dan 4 dengan kapasitas 2x55 MW saat ini sudah beroperasi dan masuk sistem transmisi Sumatera bagian selatan, sedangkan proyek 1 dan 2 kapasitas 2x55 MW masih dalam proses konstruksi.

Selain itu, kata Zainal pula, untuk mencukupi kebutuhan energi listrik saat ini sudah diberikan izin untuk pembangunan PLTA Semangka dengan kapasitas 2x27,7 MW oleh PT Tanggamus Electric Power serta eksplorasi panas bumi di Suoh Lampung Barat dan Gunung Rajabasa di Lampung Selatan.

Pemprov Lampung juga merancang pembangunan penguatan konektivitas dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur yaitu penghubung dalam kabupaten/kota (internal), antarkabupaten/kota di Lampung (eksternal) maupun infrastruktur gerbang utama penghubung Lampung dengan provinsi lainnya (nasional) maupun dengan negara lain (konektivitas global), ujar Zainal pula.

Dia merincikan, proyek MP3EI di Lampung untuk memperkuat konektivitas yaitu pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), jalan tol Sumatera, jembatan penghubung Mesuji Lampung dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan, perbaikan jalan Simpang Pematang-Wiralaga di Mesuji, pengembangan Bandara Raden Intan II menjadi bandara internasional, pembangunan jalur kereta api khusus batu bara, dan pembangunan dermaga VI Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan.

FGD MP3EI Koridor Ekonomi Sumatera di Lampung bekerjasama antara Bappeda Lampung dan Walhi Lampung yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio( FMIPA Universitas Lampung dan Mapala Ardenaswari Lampung berlangsung dua hari, Senin-Selasa (20--21/1), diikuti perwakilan dinas instansi provinsi dan kabupaten/kota di Lampung, akademisi, peneliti, profesional/jurnalis, LSM/NGO, dan berbagai pihak lainnya.

Sumber: http://lampung.antaranews.com/berita/271476/provinsi-lampung-kembangkan-kawasan-industri-maritim 

add comment :

Message