Wapres Setuju Pembangunan Jembatan Selat Sunda

10 Januari 2013

Bandarlampung (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla atas nama pemerintah menyatakan setuju pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), namun mengingatkan agar diperhitungkan dengan benar nilai ekonomisnya sehingga tak menimbulkan masalah nantinya.

 

"Kita setuju, sangat setuju. Ini sangat penting, sangat baik sekali," kata Wapres Jusuf Kalla setelah mendengar pemaparan soal rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda di Lampung, Rabu.

 

Menurut Wapres, rencana pembangunan JSS ini diakuinya sudah ada sejak lama. Namun selalu terkendala dua hal, yakni masalah teknologi dan nilai ekonomisnya.

 

Untuk saat ini, tambahnya, soal teknologi bisa saja dengan membeli, namun nilai ekonomisnya harus betul-betul dihitung. "Kalau pembangunannya menelan biaya sekitar Rp140 triliun, maka itu artinya untuk satu kilometer pembangunannya memerlukan Rp40 triliun per kilometer. Artinya 100 kali ongkosnya dibanding pembangunan jalan tol," kata Wapres.

 

Sementara pembangunan jalan tol saat ini memerlukan biaya sebesar Rp40 miliar. Jika saat ini biaya jalan tol sebesar Rp500 per kilo meter. Maka JSS baru akan efisien jika biaya per kilometernya sebesar Rp50 ribu.

 

"Dengan demikian biayanya jika per kilometer Rp50 ribu. maka biayanya menjadi Rp50 ribu kali 31 sehingga Rp1.5 juta per truk," kata Wapres.

 

Sementara biaya penyeberangan kapal laut di Selat Sunda saat ini sebesar Rp190 ribu per truk. Dengan demikian, kata Wapres, saat selesainya JSS sepuluh tahun yang akan datang, maka akan bisa dikonversikan sekitar satu juta rupiah.

 

"Secara teknis nggak masalah hanya soal nilai ekonomis tersebut yang harus dihitung. Jika bayar satu juta rupiah itu bisa saja," kata Wapres.

 

JSS tersebut direncanakan akan dibangun dengan panjang 31 kilometer dan ketinggian dari permukaan air laut hingga mencapai 70 kilometer.

 

Sebelumnya Gubernur Lampung, Syachrudin ZP, meminta Wapres untuk mendukung rencana pembangunan jalan tol di Lampung untuk memecahkan kemacetan lalu-lintas yang selalu terjadi. 

 

Selain itu, juga meminta landasan Bandara Teluk Betung bisa diperpanjang. Saat ini baru memiliki panjang landasan 2250 meter. "Untuk bandara, sekarang panjang landasan 2.250 meter, kita kasih panjang 2.500 meterlah, bisa itu," kata Wapres. Sedangkan untuk pembangunan jalan tol, Wapres mendukung penuh untuk mengurangi kemacetan yang ada. "Untuk jalan tol, segera saja tenderkan untuk Lampung ini biar ngak terjadi "bottle neck" lagi di Bakauheni-Merak ini," kata Wapres, yang disambut tepuk tangan.

 

Dalam kunjungan ke Lampung, Wapres juga meninjau tempat pembibitan benih padi hibrida. Dan selanjutnya akan terbang ke Palembang, Sumatera Selatan, sebagai rangkaian dari safari silaturahmi ke sembilan propinsi. (*)

sumber: http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1024&Itemid=26

add comment :

Message