FAQ: Frequently Asked
Questions
Dimanakah lokasi
Pembangunan Jembatan Selat Sunda?
Lokasi JSS yaitu di Selat Sunda yaitu Selat yang menghubungkan Pulau
Sumatera dengan Pulau Jawa di Indonesia
Berapakah panjang
Jembatan Selat Sunda?
Diperkirakan sekitar 29 KM
Berapakah tinggi jembatan
dari air laut (vertical clearance)?
± 86 Meter diatas permukaan laut
Apakah Type Jembatan
Selat Sunda?
Tiga seksi Jembatan Bentang Pendek & 2 Seksi Jembatan Bentang
Panjang (Jembatan Gantung)
Berapakah panjang bentang
utama (Main Span)?
Panjang bentang sekitar 2200 meter
Apa latar belakang rencana
pembangunan Jembatan Selat Sunda ini?
Selain
untuk mengatasi kemacetan yang terjadi pada penyeberangan antara Merak dan Bakauheni, JSS dibuat
untuk menjadi solusi permasalahan distribusi logistik, meningkatkan
konektivitas nasional dan regional, menciptakan kawasan-kawasan ekonomi baru,
mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, untuk akhirnya meningkatkan
kesejahteraan rakyat, memperkuat ketahanan nasional, memperkuat persatuan dan
kesatuan Republik Indonesia.
Bagaimana rancangan jembatan ini,
model dan teknologi seperti apa yang akan dipergunakan mengingat jembatan ini
akan dibangun di barisan gunung berapi?
Teknologi yang akan
dipergunakan adalah teknologi generasi ketiga dengan pilon yang relatif
fleksibel dengan dek yang relatif lebih fleksibel. Penampang melintang terdiri
dari 3 (tiga) buah box (triple box) yang disebut ‘elemen sayap’
(wing element), masing-masing dengan
bentuk yang sangat aerodinamik dengan tinggi tidak lebih dari 3,0 m. Ketiga box ini digabungkan dengan balok-balok
melintang (cross beams) dengan tinggi
tidak lebih dari 4,5 m dan dengan jarak antara 30 m dengan celah udara di
antara masing-masing box. Akibat
gempa jembatan gantung ini hanya mengalami getaran kuat pada pilonnya, yang
karena fleksibilitasnya yang relatif tinggi berfungsi sebagai ‘base isolator’ yang meredam perambatan
getaran lebih lanjut, sehingga deknya tetap relative ‘tenang’. Akibat angin
dari samping jembatan ini mengalami ‘drag’
yang relatif sangat kecil berkat bentuk dek yang sangat aerodinamik dan adanya
celah udara di antara masing-masing box
yang meloloskan angin.
Letusan Gunung Anak
Krakatau diperkirakan tidak akan sebesar letusan Gunung Krakatau dulu.
Letupan-letupan yang terjadi setiap saat akan membuat pengeluaran energi tidak
akan sebesar dengan hanya sekali letusan. Design jembatan dipastikan sudah
memperhitungkan hal-hal yang terkait dengan situasi kondisi Selat Sunda.
Berapa perkiraan biaya pembangunan
yang dibutuhkan?
PT
GBLS telah dan akan bekerja sama dengan tenaga-tenaga ahli yang professional
dari dalam maupun luar negeri untuk mengembangkan Kawasan Strategis dan
Infrastruktur Selat Sunda, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan
pengoperasiannya nanti.
Dari
hasil Pra FS JSS dengan menggunakan simulasi pembiayaan pembangunan jembatan
ultra panjang seperti Suramadu, Konfederasi dan Stratto de Messinna telah diperoleh
estimasi biaya sekitar US$ 10 miliar. Ini hanya biaya untuk pembangunan
jembatan semata, belum termasuk pembebasan lahan untuk kaki-kakinya. Jumlah ini
akan bertambah besar jika rencana pemgembangan kawasan disertakan. Kepastian
besarnya biaya proyek Pengembangan KSISS akan dihitung kembali dalam FS.
Siapa investor asing yang akan
terlibat dalam proyek ini ?
Saat ini yang sangat intens berminat untuk terlibat adalah investor
dari China. Namun demikian hingga sekarang PT GBLS masih membuka diri bagi
investor-investor negara lain yang berminat ikut terlibat merealisasikan proyek
Pengembangan KSISS. Saat ini yang terlihat sangat intens untuk terlibat adalah
investor dari China. Pada kunjungan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Beijing pada tanggal 23 Maret yang lalu,
Konsorsium Banten-Lampung, menandatangani cooperation
agreement dengan mitra strategis di RRT. Pada saat itu, seluruhnya ada 15
MOU dan agreement yang ditandatangani
dengan total nilai US$ 17,7 miliar, dalam mana nilai Proyek Kawasan Strategis
dan Infrastruktur Selat Sunda sebesar
US$ 12 miliar.
Seperti apa
nilai penting strategis KSISS di mata Grup Artha Graha?
Proyek Jembatan Selat Sunda sebagai infrastruktur penghubung Pulau
Jawa dan Pulau Sumatera telah digagas sejak tahun 1960. Almarhum Presiden
Sukarno mencanangkan gagasan pembangunan sarana penghubung antar pulau dalam
program Pembangunan Nasional Semesta Berencana (1961-1969). Tujuan dasarnya adalah mempercepat pembangunan perekonomian bangsa. Pembangunan infrastruktur
seperti Jembatan Selat Sunda sangat bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan
suatu negara.
Grup Artha Graha sebagai salah satu anak
bangsa akan sangat bangga jika dipercayakan dan turut serta untuk mewujudkan
proyek besar Bangsa Indonesia ini.
Selaku
inisiator, bagaimana perkembangan mutakhir persiapan KSISS?
Upaya-upaya yang dilakukan oleh Konsorsium Banten Lampung selama ini
diapresiasi oleh Pemerintah. Dengan
Perpres No. 86 Tahun 2011, Konsorsium Banten Lampung ditetapkan sebagai
Pemrakarsa Proyek. Konsorsium Banten Lampung yaitu PT Graha Banten Lampung
Sejahtera (GBLS) merupakan badan usaha yang dibentuk oleh dan antara PT Banten
Global Development (BUMD Provinsi Banten), PT Lampung Jasa Utama (BUMD Provinsi
Lampung) dan PT Bangungraha Sejahtera Mulia (Artha Graha Network).
Pemrakarsa berkewajiban membiayai dan menyelesaikan penyiapan proyek,
yang terdiri dari studi kelayakan dan basic design; rencana bentuk kerjasama;
rencana pembiayaan proyek dan sumber dana; dan rencana penawaran kerjasama yang
mencakup jadwal, proses dan cara penilaian. Hasil penyiapan proyek tersebut
merupakan bagian dokumen dalam pelelangan pengadaan BUKSISS. Dalam rangka
pengadaannya, Pemrakarsa memperoleh kompensasi berupa tambahan nilai paling
banyak sebesar 10% (sepuluh perseratus), atau hak menyamakan penawaran (right to match), atau pembelian prakarsa
Proyek Kerjasama termasuk hak kekayaan intelektual yang menyertainya oleh
pemenang lelang.
PT GBLS sebagai pemrakarsa terus mempersiapkan diri dalam segala hal.
PT GBLS akan segera menyusun Penyiapan Proyek selama 24 bulan setelah
menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Badan Pelaksana.